Monday, December 25, 2017

“INDONESIA MILIK SIAPA”
25/12/17||21:02

Oleh: Khairul Saleh



Sore ini ketika semua orang mungkin sedang  berbahagia menghabiskan  suasana liburan Bersama teman , saudara , bahkan orang tua  . Namun bertolak belakang dengan kondisi hati ini yang terus diserang pertanyaan, INDONESIA milik siapa? NEGERI ini punya siapa? BUMI PERTIWI ini tanah siapa?

Tentu tak satu pihak mana pun berhak menepuk dada sebagai paling berdarah Merah Putih. Termasuk diri yang lemah ini hanya tertunduk lesu dan tanpa sadar air mata membasahi pipi.  Karena negeri yang luar biasa ini di takdir pencipta untuk masyarakat yang majemuk yang kaya akan adat dan budaya yang dihiasi oleh kerukunan yang sering disebut BHINEKA TUNGGAL IKA. Indonesia milik semua untuk semua.

Tapi hati ini kembali memberontak APAKAH BENAR INDONESIA MILIK KITA SEMUA ? (diri ini kembali tertunduk lesu )

Kita lihat cerita pahit yang dialami negeri ini korupsi menjadi tradisi . Yang paling menyedot perhatian  tentu kasus korupsi  (KTP-electronik) yang melibatkan mantan ketua umum DPR-RI Setya Novanto.

Kemudian reklamsi untuk siapa , impor garam , kendeng, kebakaran hutan ,  serta hukum yang tumpul bahkan ASING merajarela. Itu hanya sedikit cerita pahit yang dialami negri ini.

Menjadi pertanyaan kemudian . Apakah kita generasi muda akan meng ikhlaskan negeri ini dikuasai ASING atau bahkan mengikuti arus penghianat bangsa. (tapi diri ini masih yakin generasi muda negeri masih mempunyai jiwa PANCASILA).

TERUS KITA HARUS BAGAIMANA?
Beda ranah tapi tetap satu tujuan, tetap jadi generasi PANCASILA yang bangga akan BHINEKA TUNGGAL IKA. Sejatinya bangga dan rasa memiliki itu akan lahir ketika kita ikut berpartisipasi dan tanggung jawab tentang keadaan negeri ini dari sabang sampai merauke.

Maka dari itu ayo kaum muda kita tunjukkan pada dunia bahwa negeri ini di anugrahkan PENCIPTA untuk semua dari sabang sampai merauke bukan orang PENGUASA ataupun ASING. Tetap bangga menjadi bangsa yang kaya akan ke BHINEKAAN . Jadikan BUMI PERTIWI ini sebagai cermin kerukunan dan perdmaian dunia.   






No comments:

Post a Comment