Monday, July 23, 2018

“Teka-teki Cinta”


“Teka-teki Cinta”


Oleh:Khairul Saleh si RuangKosong97

Lembayung senja kembali ke peraduan, bergantikan cahaya rembulan dan bintang-bintang. seperti biasa, di malam yang sunyi sepi diiringi melodi indah krik... krik... dari belakang rumah. Saya hanya ditemani pensil dan selembar kertas imajinasi yang akan menjadi pelampiasan dari hati yang terus memberontak tentang sebuah rasa sebelum dihalalkan, yang hanya menawarkan teka-teki cinta yang melahirkan nestapa

Friday, July 13, 2018

“Gerimis Menuju Masa Depan”


“Gerimis Menuju Masa Depan”

oleh: Khairul Saleh si Ruang Kosong
Sambil mendengarkan lantunan ayat suci saya melihat kemacetan ibu kota dari atas bus yang sedang saya tumpangi menuju bandara Soekarno-Hatta. Entah kenapa pikiran ini menerawang begitu jauh mulai dari kodisi saya masih kecil sampai apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkan ambisi besar ku menaklukakan masa depan. Bagaimana tidak, perjalanan ku menuju bandara kali ini ditemani senja sore yang diselingi melodi kebisingan ibu kota yang membuatku nyaman untuk berekspresi dalam khayalan. seketika seorang bapak tua dmenyadarkan ku dengan menepuk pundakku sambil berkata “nak kenapa air matamu mengalir?”

Tuesday, July 10, 2018

“Nestapa sebuah rasa”


“Nestapa sebuah rasa”

  
Oleh: Khairul Saleh si Ruang Kosong

Sore tadi aku bersandar diantara warna warni pelangi sambil memandang langit yang begitu luar biasa. Namun seketika aku merasa seperti berselimut semesta yang terhunus. Nuansa ini seperti mati yang terus berurai tanpa henti. Hati ini terus memberontak dengan kondisi jagat raya yang mulai bertebaran dengan serpihan retak berkalang noda hitam. Tentu hati ini tidak boleh merasa paling suci karena mungkin selera hidup berbeda-beda.