Monday, February 25, 2019

Karena Aku Hanya Laki-laki Biasa


Karena Aku Hanya Laki-laki Biasa


Oleh: khairul saleh (ruangkosong97)
Mentari pagi kali ini muncul dengan senyum mekar yang dipancarkannya. Namun, pagi ini ada yang beda dari biasanya. Sekarang pagi ku ditemani melodi bising kendaraan ibu kota. Yahh… biasanya pagi ku ditemani cuitan manja burung-burung sambil bercanda dibelakang rumah. Tapi, kebisingan kali ini mengantarkan ku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan,
sampai aku tak sadar kamu ada tanpa tatapan.

Yahhh….pagi ini aku sangat resah memikirkan sosok pendamping masa depan. Untuk mu calon masa depan yang sampai detik ini aku tidak bisa mendefeniskan anggun senyum mu, cantik rupa mu, baik akhlakmu, bahkan kokoh iman mu. Jaga selalu ketaatan iman mu, karena aku akan hadir menuntunmu menuju syurga-nya sesuai janji pada pencipta ku. Aku memang bukan laki-laki sempurna yang bisa membuat mu terbang menggenggam bintang-bintang di antariksa dan bisa mewujudkan permintaan yang kau pinta. Tapi aku yang hanya laki-laki biasa yang hidup diakhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan shaleh dan shaleha Bersama mu.

Mungkin kamu ragu dengan laki-laki biasa seperti ku. Aku memang tidak semulia Muhammad SAW, Tidak setaqwa Ibrahim, juga setabah Ayub, Tidaklah setampan Nabi Yusuf dan sekaya Nabi Sulaiman. Aku hanya laki-laki biasa yang hidup di akhir zaman. Namun, percaya lah rasa ku pada mu bukan kegilaan yang biasa, karena cinta ku untuk mu yang luar biasa. Maka dari itu, kelak jika takdir sudah menyatukan jadilah sosok makmum yang mengingatkan dan menasehatiku ke arah-NYA. Jangan letih apalagi bosan mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dengan menebar benih manfaat dalam kehidupan, Bantu tanganku menggenggammu ke Jannah-NYA agar kamu dan aku tetap bersatu di dalamnya.  

Letih rasanya diri ini, seperti keletihanmu untuk menantiku menemuimu. Wahai kamu calon pendamping ku mari kita jadikan doa sebagia senjata melawan hiruk-pikuk akhir zaman yang melalaikan. “Rasa ini untuk mu karena-NYA, maka cintailah aku karena-NYA”. Jangan berharap aku menjadi laki-laki sempurna, Maafkan aku karena Aku hanya laki-laki biasa.



11 comments:

  1. Maa syaa Alloh... Tabarokalloh..semangat menulis terus yaa...semoga bs jadi sebuah buku kelak..aamiin

    ReplyDelete
  2. MashaAllah .
    Tetap lah jadi laki laki biasa yang berhati mulia. ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  3. laki-laki biasa yang hidup diakhir zaman namun mempunyai cita2 yg luar biasa๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  4. laki-laki biasa yang hidup diakhir zaman namun mempunyai cita2 yg luar biasa๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  5. laki-laki biasa yang hidup diakhir zaman namun mempunyai cita2 yg luar biasa๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  6. laki-laki biasa yang hidup diakhir zaman namun mempunyai cita2 yg luar biasa๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete