Wednesday, May 15, 2019

Masih Adakah Sisa Sedikit Waktu Ramadhan Untuk Keluarga


Masih Adakah Sisa Sedikit Waktu Ramadhan
Untuk Keluarga

OLEH: khairul saleh (RuangKosong97)
senja sore ini sangat berbeda dia sangat indah dipandang mata, dia seolah tersenyum manja yang membuat ku ikut hanyut didalam arusnya.  Dia perlahan pergi meninggalkan sepercik cahaya rindu. Senja kembali bercerita, dia menyapa hati yang sedang lengah, serentak hatiku kacau di iringi jiwaku terus bergejolak. Rindu semakin pekat dengan candu yang ingin bertemu. Ah…. Kini aku terjerat dengan rasa yang kumainkan sendiri, aku terpenjara dalam lamunan yang kini jadi realita yang belum bisa aku keluar dari dalamnya.
Rindu bagi anak rantau memang sudah menjadi hal yang lumrah setiap waktunya. Ibarat menu berbuka saat puasa rindu adalah bumbunya. Banyak hal yang kudapat di rantau orang ini, aku jadi manusia yang lebih bisa menghargai hal yang dulunya ku anggap sederhana dan remeh, namun sekarang sangat berharga bagi ku  rupanya. Misalkan hal yang dulunya kuanggap sederhana ketika sahur ada suara ibu yang membangunkan, namun sekarang aku seolah sedang tersesat dihutan belantara, hanya ada suara alarm bahkan naluri yang membangunkan.
Mungkin ini cara untuk menjadikan ku jadi manusia yang lebih mandiri, Tangguh dalam kesabaran. Namun hasrat untuk pulang sangat terasa ketika sahur hanya dibangunkan alarm sampai dengan berbuka sendirian. Yah… lagi dan lagi puasa kali ini aku masih berkelana di rantau orang. Sahur dan berbuka harus kulalui sendiri di kost yang sederhana dengan menu yang sangat alakadarnya. Kerinduan terus menjadikan diri ini sebagai bulan-bulanan hingga hancur tanpa merasa ada belas kasihan, hati terus menyeruak teringat keluarga dan kampung halaman.
 Tapi itu semua tidak jadi alasan untuk terus berjuang mambangkik batang tarandam (merubah hidup yang lebih baik). Dan pada akhrinya janji terhadap ALLAH SWT untuk orang tua bisa diwujudkan. Doa ku di sepertiga malam, “mudah-mudahan tahun ini masih ada sisa sedikit waktu Ramadhan untuk sahur dan berbuka sama (mereka) dikampung halaman”.

   


No comments:

Post a Comment