Monday, September 9, 2019

“Aku (Ruang Kosong) untuk Kamu”


“Aku (Ruang Kosong) untuk Kamu”


Oleh: Khairul Saleh
Malam ini aku dibangunkan bunyi alarm dari ponsel bututku. Yah…..malam ini tepat pukul 02;45 WIB aku terbangun dari tidurku. Alarm ini memang sengaja di persiapkan untuk membangunkan ku malam ini, secara perlahan aku beranjak dari tempat tidurku untuk mengambil air whudu’ sebelum melaksanakan ritual tengah malam seperti biasanya. Setelah melaksanakan ritual aku segera menunaikan sahur agar puasa besok berjalan lancar, puasa sunah besok juga sangat istimewa karena bertepatan dengan puasa sunah tasu’a (9 muharram). Gemercik air akuarium dan sesekali suara jangkrik jadi melody pengiring makan sahur ku kali ini.


Aku hanyut dengan melody ini, sehingga membuatku berpikir sampai kapan “Ruang Kosong” ini bertahan dengan jalan penantian. Bertahan dengan kondisi ini sangat susah, Lelah, bahkan terkadang berpikir untuk mundur saja dari kondisi penantian (Ruang Kosong) ini. Mungkin kamu tidak merasakan betapa luar biasanya aku bertahan dengan penantian ini, terus berjuang menjaga kesucian “Ruang Kosong” ini agar tetap dalam kondisi suci untuk mu kelak.

Benarkan kamu tidak merasakan betapa sulitnya perjuangan jadi (Ruang Kosong)???
Secara kamu adalah bunga mekar semua orang mengidolakan mu, aku sangat mengerti itu.

Aku memang manusia lemah yang terlalu berharap jadi imam mu, aku manusia cupu yang tidak bisa berdebat tentang mu yang kutau aku suci mencintai mu. Senyum sederhana mu selalu jadi bahan imajinasi ku, senyum itu seolah tertuju pada ku hingga jadi belenggu pada kalbuku. Nama mu selalu jadi topik curhat di sepertiga malam pada Rabb-ku. Kalau saja orang tau aku seperti ini mungkin mereka menganggap ku manusia bodoh, lemah, tidak tau diri, bahkan dianggap gila, karena aku hanya berani mengungkap kan rasa pada coretan ini dan sedikit-sedikit langsung mengadu pada Rabb-ku. Tidak tau sampai kapan ini bertahan, hanya kamu yang tau.

Saat ini, biarlah aku terus berjuang menjaga (Ruang Kosong) ini. Jangan ragu aku akan terus memantaskan diri untukmu. Biarlah kenangan perjuangan ini kelak jadi dongeng pengantar tidur mu. ”Ruang Kosong akan tetap Ruang Kosong, dia akan terus menjaga kesucian Ruang Kosong ini sambil menunggu kehadiran mu”.
 

1 comment: