“WANITA MISTERIUS”
Oleh : Khairul Saleh
Mentari pagi kali ini muncul dengan senyum mekar yang dipancarkannya. Namun, pagi ini ada yang beda dari biasanya, tidak tau kenapa bibir ku senyum malu menahan gejolak hati yang terus berbunga. Sekarang pagi ku ditemani cuitan manja burung-burung dari belakang rumah dan ditambah dengan suara anak kecil yang bercanda. Tapi, kebisingan kali ini mengantarkan ku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan, sampai aku tak sadar kamu ada tanpa tatapan.
Yahhh…. pagi ini hati ku sangat nyaman,
bahagia seolah tidak ada beban. Kenapa tidak karena tepat pada sepertiga malam
tadi tiba-tiba datang seorang wanita misterius dengan suara lembut nan manis
senyum pada parasnya. Hati ku ciut seolah tak bisa berkata, karena dia tau
dengan kondisi ku akhir-akhir ini padahal aku sendiri sama sekali tidak
membangun komunikasi spesial dengan wanita beberapa tahun terakhir ini. Malam
itu aku dan dia berbicara banyak hal sampai kami tak sadar waktu subuh segera
masuk. Kami pun sepakat mengakhiri obrolan kala itu, diujung telephone aku
menyebutkan;
Jangan lupa sholat ya, aku titip doa “Jika
kita jodoh maka tolong dekatkan, Tapi
jika tidak maka jauhkan” tolong minta sama pencipta ucap ku.
Yaaaa …. Permintaan doa ku sangat
menohok bagi kita yang baru berkenalan. Hatiku sudah sangat letih dan bosan, selalu mencoba
merawat bunga untuk tetap berkembang namun selalu layu Ketika bunga hendak
mekar. Kali ini aku tidak mau terjerumus pada rasa yang membuat kita kecewa,
ingin ku berakhir pada Bahagia. Detik-detik Bahagia terus terproklamasi di pikiranku,
nyatanya obrolan singkat kita di sepertiga malam tadi memfosil dengan sempurna
didalam benak ku. Ahhh... mungkin hati ku yang terlalu cepat luluh, sedangkan
kamu mungkin menganggap tidak ada yang istimewa dari obrolan kita.
Ahhh… dasar kamu memang wanita
misterius yang hadir tiba-tiba disepertiga malam ku. Kamu membuat ku tak
berkutik yang kurasakan hanya nyaman membangun komunikasi dengan mu. Aku
berharap kamu adalah benih yang akan terus berkecambah hingga berkembang
menjadi bunga kehidupan dimasa depan bersama ku. Aku memang bukan laki-laki
sempurna yang bisa membuat mu terbang menggenggam bintang-bintang di antariksa
dan bisa mewujudkan permintaan yang kau pinta karena aku hanya laki-laki yang hidup
diakhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan shaleh dan shaleha
Bersama mu. Banyak sosok laki-laki terbaik yang pantas untuk jadi imam mu,
sehingga aku malu dengan mereka yang jauh lebih sempurna dari ku. Tapi demi
tuhan aku akan berusaha untuk sama-sama menjadi lebih baik setiap harinya
Bersama mu.
Jangan anggap ini hanya rasa biasa yang
tumbuh pada kalbu ku, karena aku sudah sangat nyaman dengan kondisi ini. Tolong
jangan saling mengecewakan, mari saling membahagiakan. “Jika kamu mau
membangun hubungan yang lebih baik sini ikut bersama ku, Jika kamu hanya
menganggap ini untuk tempat singgah silahkan menjauh dari ku” itu pinta ku.
“Mudah-mudahan kita akan sama-sama
berjihad melawan trauma dimasa lalu, Demi aku dan kamu yang akan menjadi kita
di masa depan” (RuangKosong97).
No comments:
Post a Comment