-AKU
BAHAGIA BERPISAH DENGAN MU-
8|4|2021||13:33
Sebelum
membaca tulisan ini kita awali dengan doa ya :) “Ya Allah panjangkan umur
papa dan ibu serta bahagikan proses cita dan cinta ku”.
Hai,
baca ini pelan-pelan saja, jangan terburu-buru nikmati setiap kalimatnya. Aku
menulis ini bukan karena ingin memarahi atau mengancammu, apalagi mengajak mu
untuk berjuang Kembali mencari bekal menuju surga-Nya yang pernah kita impikan
bersama, sama sekali tidak ada niat untuk itu lagi. Ruang kosong yang kamu
jadikan tempat singgah untuk berteduh dari derasnya hujan, yang kamu nikmati
ketulusannya, serta yang kamu sia-siakan perjuangannya anggap saja itu hadiah
perkenalan bersama ku.
Tidak
ada perpisahan yang bisa dilakukan dengan mudah, hanya orang-orang yang tidak
tulus lah yang bisa melakukan itu dengan sekejap mata. Perpisahan tidak bisa di
terka, entah kapan atau seperti apa. Ya, semua akan datang secara tiba-tiba,
baik itu tercipta atas penghiatan dibelakang atau melalui proses hilang secara
tiba-tiba. Semua tidak bisa di duga, namun tidak bisa dipungkiri perpisahan
akan menimbulkan sesal dan duka. Namun, tidak usah ragu ketika sejak awal
melibatkan pencipta mulai proses perkenalan sampai dengan perpisahan pasti aka
ada ruang Bahagia yang tercipta.
Ahhh….
Coba ingat deh bertapa bodoh nya aku dulu. Aku pernah bermimpi bahwa kamu
adalah yang terakhir, bahkan doa ku di sepertiga malam selalu ada namamu yang kuharap
akan menemani perjuangan ku menuju surga-Nya. Tapi aku salah besar memberi
ruang kosong untuk mu, karena penghinatan malah balasan yang ku terima dan
penghianatan terhadap ku malah menjadi kebanggaan bagi mu. Kamu dan teman mu
bersorak gembira karena scenario yang kalian buat berjalan dengan baik.
Awalnya
aku merasa ini adalah ujian naik kelas atas ketulusan dan perjuangan yang
sedang ku usahakan, makanya aku selalu bersikeras untuk bertahan. Banyak
teman-teman yang melarang untuk berjuang untuk mu karena harap ku aka nada
kebaikan yang akan menggerakan hati mu berubah. Harap ku kamu berhasil melawan
trauma masa lalu mu, lagi-lagi aku salah yang datang hanya luka dan kecewa. Aku
kasihan padamu karena masih belum bisa sembuh dari luka masa lalu mu, aku gagal
menjadi obatnya. Semoga Bahagia selalu bersama mu, seperti bahagia ku berpisah
dengan mu.
Akhir-akhir
aku sering dibombardir pertanyaan dan pernyataan oleh teman-teman ku, semua itu
selalu tentang mu.
Bagaimana
dengan wanita misterius itu?
Masih
yakin memperjuangkannya? (pake emoticon ketawa)
Wah
kemaren aku melihat wanita misterius itu jalan sama laki-laki ini loh!!!
Hei
wanita misterius itu sama pacar baru ya aku lihat sekitar jam 21:13 malam
loh!!!
Sebenarnya
dia gimana sih orangnya kok gonta ganti teman jalan?
Sambil
tersenyum, aku coba membaca nya satu per satu. Anehnya sekarang, aku tidak
merasa terluka, padahal dulu aku selalu bismillah mempertahankan mu, namun
sekarang alhamdulillah yang ada dalam hati ku setelah berpisah dengan mu. Sama
sekali tidak ada sesal apalagi kecewa, tak ada sesak apalagi luka, serta semua
rasa kagum dan penasaran ku sudah tidak tersisa. semua sudah biasa saja (dalam
hati ku bergumam “aku kasihan sama mu, masih saja belum bisa lepas dari
kebiasaan buruk mu”).
Jalan
kita memang sudah berbeda sejak awal, cara pandang kita terhadap kehormatan mu
tidak sepaham. Sekarang sama siapapun kamu, aku tidak peduli. Namun.
Mudah-mudahan kamu selelalu ingat pesan bodoh ku “jaga harga dirimu, dengan
begitu kamu akan menjaga harga diri ayah dan saudara laki-laki mu”. Semua
tentang penghiatan yang terjadi diantara kita, aku sudah maafkan sejak awal.
Izinkan aku terus mendoakan kebaikan atas mu. Mengenal mu adalah anugerah bagi
ku, sedangkan berpisah dengan mu nikmat luar biasa bahagia yang tak terkira
untuk ku. Terimakasih dengan berpisah dengan mu ruang kosong jadi manusia bebas
Kembali, bebas menebar benih manfaat pada siapa saja.
“kita
boleh-boleh saja bermimpi akan membangun kerajaan yang didalamnya berisi
anak-anak shaleh dan shaleha di masa depan, namun jangan pernah lupa kita
adalah manusia yang hnaya bisa berusaha dan berdoa. Allah SWT yang akan
menakdirkan” (Ruang Kosong)
Aku bahagia berpisah dengan mu. Sekarang tugas
kita sama-sama memperbaiki dan memantaskan diri, setelah proses itu selesai
kamu akan bertemu dengan yang pantas tapi doa ku tidak dengan ruang kosong:).

No comments:
Post a Comment