Thursday, May 20, 2021

SENYUM MANISMU

 

SENYUM MANISMU
21|5|2021


Ruang Kosong|Khairul Saleh,

Sebelum membaca tulisan ini kita awali dengan kirimkan shalawat untuk nabi ya dan doa saudara kita di palestina :) “Ya Allah jagalah masjid Al-Aqsa kami dari penistaan dan penodaan orang-orang zionis. selamatkan saudara-saudara kami dan lapankan hati mereka".

Pagi yang indah di pelosok negeri, sinar mentari mucul dengan senyum cahaya yang memberi harap pada seluruh penghuni bumi. Sekarang pagiku ditemani cuitan manja burung-burung dari belakang rumah dan ditambah dengan suara daun yang saling beradu karena hembusan angin. Hatiku mekar merekah dengan kondisi ini, tanpa sadar mengantarkanku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan, sampai aku tanpa sadar manis senyummu ada tanpa tatapan.

Yahhh…. kali ini hatiku sangat nyaman, bahagia seolah tidak ada beban. Kenapa tidak karena tepat pada sepertiga malam tadi tiba-tiba aku terbangun dari tidur. Aku bermimpi seorang wanita dengan suara lembut nan manis senyum pada parasnya. Hatiku ciut seolah tak bisa berkata, aku langsung bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan rutinitas kebutuhan seperti biasanya. Namun, momen sepertiga malam kali ini ada yang beda dari biasanya. Bibirku terus bercerita tentang pemilik senyum manis tadi pada-Nya.

Ah… dasar aku, mau sampai kapan begini. Padahal senyatanya senyum itu bukan tertuju untukku. Imajinasiku mengukir sendiri kebahagian yang semu didalam kalbu. Anehnya seraya menutup mata aku berandai-andai, andai senyum itu tertuju untukku betapa beruntungnya hidup ini. Akan ku jadikan kamu mahkota cintaku. Kita berjuang bersama bukan hanya di dunia namun terus bergandengan tangan menuju surga-Nya.

Aku sadar hanya serangkaian diksi yang memuja dan memujimu. Karena aku sudah terjebak pada senyum manismu yang terus menelusuk pada sukmaku. Maafkan aku yang terlalu lantang menyukai bahkan mencintai wanita luar biasa sepertimu. Pasti banyak yang mencintaimu, yang memperjuangkanmu bukan hanya aku, dan yang berusaha jadi imammu bukan juga hanya aku. Caraku memiliki senyummu dengan memperbaiki diriku, mendoakanmu adalah caraku menyampaikan pergejolakan kalbuku, dan jika aku gagal mengikhlaskanmu adalah bukti aku mencintaimu karena Rabku.

Namun, agar kamu tau setelah mengenalmu aku tidak pernah lagi peduli dengan trauma cinta masalalu. Karena senyum manismu sudah perlahan menajdi obatku untuk sembuh dari luka cinta masalalu. Ah… lagi-lagi aku terlalu berharap lebih terhadap senyum manismu. Padahal senyummu hanya sekedar ramah tamah terhadapku.

Akhir tulisan ini jika ada kesempatan memiliki senyummu, tidak akan ada kata berbagi pada yang lain itu prinsipku.

Jangankan berbagi senyummu, berbagi bayanganmu saja aku tak rela.

Mmm… kamu pasti menganggapku egois, ya maaf perihal ini tidak ada kata berbagi untukku. Namun, memiliki senyum dan kamu seutuhnya hanyalah mimpi.

 

3 comments:

  1. Kalo udah di mimmpiin, jgn lupa dihalalin lagi

    ReplyDelete
  2. Jika memang dia di yang di takdirkan untuk mu bg
    Maka tidak akan tertukar dan selamanya
    Akan menjadi milikmu bg

    ReplyDelete