SENYUM MANISMU
21|5|2021
Sebelum
membaca tulisan ini kita awali dengan kirimkan shalawat untuk nabi ya dan doa saudara kita di palestina :) “Ya Allah jagalah masjid Al-Aqsa kami dari penistaan dan penodaan orang-orang zionis. selamatkan saudara-saudara kami dan lapankan hati mereka".
Pagi yang indah di pelosok negeri, sinar mentari mucul dengan senyum cahaya yang memberi harap pada seluruh penghuni bumi. Sekarang pagiku ditemani cuitan manja burung-burung dari belakang rumah dan ditambah dengan suara daun yang saling beradu karena hembusan angin. Hatiku mekar merekah dengan kondisi ini, tanpa sadar mengantarkanku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan, sampai aku tanpa sadar manis senyummu ada tanpa tatapan.
Yahhh…. kali
ini hatiku sangat nyaman, bahagia seolah tidak ada beban. Kenapa tidak karena tepat
pada sepertiga malam tadi tiba-tiba aku terbangun dari tidur. Aku bermimpi seorang
wanita dengan suara lembut nan manis senyum pada parasnya. Hatiku ciut seolah
tak bisa berkata, aku langsung bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan
rutinitas kebutuhan seperti biasanya. Namun, momen sepertiga malam kali ini ada
yang beda dari biasanya. Bibirku terus bercerita tentang pemilik senyum manis
tadi pada-Nya.
Ah… dasar
aku, mau sampai kapan begini. Padahal senyatanya senyum itu bukan tertuju
untukku. Imajinasiku mengukir sendiri kebahagian yang semu didalam kalbu. Anehnya
seraya menutup mata aku berandai-andai, andai senyum itu tertuju untukku betapa
beruntungnya hidup ini. Akan ku jadikan kamu mahkota cintaku. Kita berjuang
bersama bukan hanya di dunia namun terus bergandengan tangan menuju surga-Nya.
Aku sadar
hanya serangkaian diksi yang memuja dan memujimu. Karena aku sudah terjebak
pada senyum manismu yang terus menelusuk pada sukmaku. Maafkan aku yang terlalu
lantang menyukai bahkan mencintai wanita luar biasa sepertimu. Pasti banyak
yang mencintaimu, yang memperjuangkanmu bukan hanya aku, dan yang berusaha jadi
imammu bukan juga hanya aku. Caraku memiliki senyummu dengan memperbaiki
diriku, mendoakanmu adalah caraku menyampaikan pergejolakan kalbuku, dan jika
aku gagal mengikhlaskanmu adalah bukti aku mencintaimu karena Rabku.
Namun, agar
kamu tau setelah mengenalmu aku tidak pernah lagi peduli dengan trauma cinta masalalu.
Karena senyum manismu sudah perlahan menajdi obatku untuk sembuh dari luka
cinta masalalu. Ah… lagi-lagi aku terlalu berharap lebih terhadap senyum
manismu. Padahal senyummu hanya sekedar ramah tamah terhadapku.
Akhir tulisan
ini jika ada kesempatan memiliki senyummu, tidak akan ada kata berbagi pada
yang lain itu prinsipku.
Jangankan
berbagi senyummu, berbagi bayanganmu saja aku tak rela.
Mmm… kamu
pasti menganggapku egois, ya maaf perihal ini tidak ada kata berbagi untukku. Namun,
memiliki senyum dan kamu seutuhnya hanyalah mimpi.

Kalo udah di mimmpiin, jgn lupa dihalalin lagi
ReplyDeleteMasya allah👍
ReplyDeleteJika memang dia di yang di takdirkan untuk mu bg
ReplyDeleteMaka tidak akan tertukar dan selamanya
Akan menjadi milikmu bg