Umur Menjelang Senja
(Pic
: Depok, 29|06|2022)
Seorang
laki-laki berdiri dengan pikiran kosong didekat jendela kamar kosnya. Tubuhnya seperti
menyimpan sejumlah pesan dari jiwa kepada pikiran yang masih saja liar dengan
imajinasi. Saat itu ia tidak tau mau menjawab apa atas pertanyaan yang terus
memborbardir pikirannya. Ia tidak tau sampai kapan tubuhnya akan terus kuat
dengan bebrbagai kegagalan yang masih bersahabat baik dengan takdir yang datang
padanya, sedangkan ia sadar umur semakin dekat dengan ujungnya.
Pikiran
laki-laki itu kian berkecamuk ia merasa tubuhnya semakin menua dan umurnya tinggal
menunggu waktu akan sampai pada senja, serta akhirnya akan tenggelam jua ditelan
semesta. Namun, laki-laki itu masih saja terombang-ambing ditengah kegagalan
yang terus menerpanya, jangankan untuk menjadi superhero buat orang tua dan
keluarga, untuk dirinya saja ia masih gagal memberi ruang bahagia sampai saat ini.
Dengan
semua bahasa tubuh yang ia terjemahkan sendiri, pikiran terus ribut dengan
banyaknya pertanyaan, dan hati yang rapuh meratapi apa yang telah menjadi takdir
diri. Sampai ia tidak sadar air mata dengan deras membasahi badannya.
Tiba-tiba
laki-laki itu tersadar atas lamunannya, laki-laki itu ternyata aku sendiri. Aku
mendengar lantunan suara yang begitu jelas dan menenangkan hati dari balik jendela
kamar kosnya. “Painna Maal usri yusro, Inna maal usri yusro artinya
karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya Bersama kesulitan
ada kemudahan” aku merenungi apa ayat ini kebetulan dilantunkan, karena
aku melihat jam di handphone bututku sudah menjelang waktu sholat subuh. Atau ini
langsung menjadi pengingat untuk diriku agar senantiasa husnuzhan terhadap apa
yang akan menjadi takdirku. Karena jauh sebelum ini pencipta sudah menyampaikan
dalam kitab suci-Nya, bersma kesulitan ada kemudahan dan tidak ada sedikitpun keraguan
didalamnya.
Istigfar
yuk teman-teman 😉
“Subhanaka
Allahumma rabbana, wabihamdika, astagfiruka wa atuubu ilaiik”
Mudah-mudhan
takdir selamat dan Bahagia dunia akhirat selalu membersamai aku, kamu, kalian
dan kita. Karena sejatinya badai berlalu, Mentarikan bersinar.

Masya allah tulisan² nya bagus.
ReplyDeleteSemoga suatu hari nanti bisa jadi penulis ya
Sukses kedepan nya dalam hal cita,cinta dan keluarga