Sunday, October 14, 2018

“ HALAL DALAM PENANTIAN ”

“ HALAL DALAM PENANTIAN ”
“ HALAL DALAM PENANTIAN ”



OLEH: Khairul Saleh

Di ujung lembayun senja lamunan ku berhenti di sebuah bayangan, bayang yang selalu menjadi mimpi. Gelapnya temaram bulan menghiasi khayalanku, yang jatuh pada sosok bayangan yang terus menelusup pada sukma bersama rindu yang mendera. Yah bayangan yang kumaksud adalah sosok tentang mu dimasa depan sebagai calon menyempurna hidup dan agama ku. Namun detik ini entah siapa sosok bayangan itu, mungkin halan dalam penantian adalah cara yang suci
untuk ku.

Siapa yang bisa menghindar dari rasa cinta. Semua bisa menjadi korban tanpa memandang ganteng buruk rupa. Hal yang menjadi pesoalan yang semestinya adalah siapa orang yang lebih istiqomah menunggu cinta yang seharusnya dilantunkan dengan nama pencipta didepan orang tua. sungguh tidaklah mudah. Karena dengan “menanti yang halal” ini, artinya banyak hal yang harus dipersiapkan diantaranya niat yang suci, hati yang tulus,ilmu,harta dan cinta yang didasarkan pada sang  Maha Cinta.

Ter-untuk kamu calon masa depan ku jaga selalu ketulusan hati dan ketaatan iman-mu. Karena menanti yang halal….! itu satu keharusan…! Toh, walaupun sosok yang kamu tunggu tentunya tidaklah semulia Muhammad, tidak pula setabah Ayub atau segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf. Namun setidaknya, aku adalah sosok pria akhir zaman yang bercita-cita membangun keturunan yang sholeh Bersama mu kelak dimasa depan.

Pada akhirnya, lamunan ini hanya bisa aku lampiaskan pada sujud dan doa ku disepertiga malam. Karena aku percaya, di balik usaha menjaga kefitrahan cinta, Allah sudah mempersiapkan gerbong-gerbong kisah yang akan merangkai dan menyempurnakan perjalanan hidup kita. Asalkan aku dan kamu berkhusnudzon dengan hasil usaha halal dalam penantian yang sedang kita perjuangkan.

“Hati yang terjaga hanya bagi mereka yang menjaga hati dan prilakunya, mudah mudahan aku da kamu termasuk didalamnya.(ruang kosong)”

Ttd
(Ruang Kosong Yang Tak Bertuan)

8 comments: