Thursday, November 15, 2018

“ Konglomerat Di Tengah Penderitaan Orang Tua“


“ Konglomerat Di Tengah Penderitaan Orang Tua“



Oleh: khairul saleh si  Ruang Kosong

Dengan lelah aku kembali ke kost, melewati jalan ber aspal diiringi lantunan kebisingan kendaraan yang lalu lalang. Sore ini aku sedikit merasakan kejanggalan dalam hati. Sambil menikmati gerimis diujung senja, pikiran ku terus berkecamuk  ditambah hati yang terus memberontak. Pikiran ku terus dihantam banyak pertanyaan berbagai hal tentang gaya kehidupan.
Sampai ku tak sadar sudah sampai didepan gubuk tempat istrahat diperantauan.

Pergaulan anak muda dan gaya hidup zaman sekarang bisa dibilang sudah terlalu berlebihan. Dengan mudahnya semua dihalalkan. Pacaran menjadi kewajiban, pakaian mewah jadi keharusan, nongkrong sambil minum-minuman jadi kepastian dan masih banyak hidup glamor yang dilakukan demi mendapat gelar kekinian. Tanpa melihat kemampuan ekonomi orang tua yang banting tulang dikampung halaman. Mungkin kita bangga ketika mendapat banyak pujian dari orang lain. Namun kita tidak sadar bahwa banyak drama yang kita mainkan untuk sekedar mendapatkan gelar itu. Jika kalian mampu sih sebenarnya nggak masalah, tapi bagaimana dengan kita yang masih menikmati keringat orang tua?

Seketika air mata ku mengalir tak kalah deras dengan hujan diujung senja hari ini. Aku teringat malaikat ku dikampung halaman.

Bagaiman kabar mereka?
Apakah mereka sudah pulang dari banting tulang ?
Atau mungkin mereka masih bercucuran keringat ditengah ladang?

Ah.….…..aku tak bisa menjawab. Sementara aku dirantau masih berpoya poya dengan gaya kehidupan.

Orang tua  rela banting tulang serta melakukan pekerjaan apa saja dari pagi hingga malam untuk menghidupi kebutuhan Kita diperantau an. Bahkan banyak hinaan yang harus mereka terima tentang pekerjaan mereka. Tapi mereka tetap berusaha kuat untuk menjalaninya, karena semua ini demi keluarga. Mungkin mereka Lelah,letih dan sakit, tapi mereka selalu menyembunyikan rasa itu agar anak-anaknya tidak terbebani. Namun kita masih sok-sok an dengan gaya hidup diperantauan. kita layaknya konglomerat ditengah penderitaan kedua orang tua dikampung halaman.

SADIS??? namun itulah realita yang sedang kita pertontonkan.

Diakhir tulisan ini, mari sama-sama tanyakan kabar malaikat kita seraya sambil berdoa untuk mereka.


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ


4 comments:

  1. Kayanya itu deh yg dibilang orang hypebeast Bng.. 😂😂

    ReplyDelete
  2. Bayar keringat mereka dengan karya...

    ReplyDelete
  3. semoga orgtua kita selalu diberi kesehatan dan kita sbg anak dapat bermanfaat dan menjadi kebanggaan orgtua

    ReplyDelete
  4. Kritik sosial berpadu pengalaman penulis

    ReplyDelete