Wednesday, June 29, 2022

Umur Menjelang Senja

 

Umur Menjelang Senja

(Pic : Depok, 29|06|2022)

Seorang laki-laki berdiri dengan pikiran kosong didekat jendela kamar kosnya. Tubuhnya seperti menyimpan sejumlah pesan dari jiwa kepada pikiran yang masih saja liar dengan imajinasi. Saat itu ia tidak tau mau menjawab apa atas pertanyaan yang terus memborbardir pikirannya. Ia tidak tau sampai kapan tubuhnya akan terus kuat dengan bebrbagai kegagalan yang masih bersahabat baik dengan takdir yang datang padanya, sedangkan ia sadar umur semakin dekat dengan ujungnya.

Pikiran laki-laki itu kian berkecamuk ia merasa tubuhnya semakin menua dan umurnya tinggal menunggu waktu akan sampai pada senja, serta akhirnya akan tenggelam jua ditelan semesta. Namun, laki-laki itu masih saja terombang-ambing ditengah kegagalan yang terus menerpanya, jangankan untuk menjadi superhero buat orang tua dan keluarga, untuk dirinya saja ia masih gagal memberi ruang bahagia sampai saat ini.

Dengan semua bahasa tubuh yang ia terjemahkan sendiri, pikiran terus ribut dengan banyaknya pertanyaan, dan hati yang rapuh meratapi apa yang telah menjadi takdir diri. Sampai ia tidak sadar air mata dengan deras membasahi badannya.

Tiba-tiba laki-laki itu tersadar atas lamunannya, laki-laki itu ternyata aku sendiri. Aku mendengar lantunan suara yang begitu jelas dan menenangkan hati dari balik jendela kamar kosnya. “Painna Maal usri yusro, Inna maal usri yusro artinya karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya Bersama kesulitan ada kemudahan” aku merenungi apa ayat ini kebetulan dilantunkan, karena aku melihat jam di handphone bututku sudah menjelang waktu sholat subuh. Atau ini langsung menjadi pengingat untuk diriku agar senantiasa husnuzhan terhadap apa yang akan menjadi takdirku. Karena jauh sebelum ini pencipta sudah menyampaikan dalam kitab suci-Nya, bersma kesulitan ada kemudahan dan tidak ada sedikitpun keraguan didalamnya.

Istigfar yuk teman-teman 😉

“Subhanaka Allahumma rabbana, wabihamdika, astagfiruka wa atuubu ilaiik”

Mudah-mudhan takdir selamat dan Bahagia dunia akhirat selalu membersamai aku, kamu, kalian dan kita. Karena sejatinya badai berlalu, Mentarikan bersinar.     

Thursday, May 20, 2021

SENYUM MANISMU

 

SENYUM MANISMU
21|5|2021


Ruang Kosong|Khairul Saleh,

Sebelum membaca tulisan ini kita awali dengan kirimkan shalawat untuk nabi ya dan doa saudara kita di palestina :) “Ya Allah jagalah masjid Al-Aqsa kami dari penistaan dan penodaan orang-orang zionis. selamatkan saudara-saudara kami dan lapankan hati mereka".

Pagi yang indah di pelosok negeri, sinar mentari mucul dengan senyum cahaya yang memberi harap pada seluruh penghuni bumi. Sekarang pagiku ditemani cuitan manja burung-burung dari belakang rumah dan ditambah dengan suara daun yang saling beradu karena hembusan angin. Hatiku mekar merekah dengan kondisi ini, tanpa sadar mengantarkanku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan, sampai aku tanpa sadar manis senyummu ada tanpa tatapan.

Yahhh…. kali ini hatiku sangat nyaman, bahagia seolah tidak ada beban. Kenapa tidak karena tepat pada sepertiga malam tadi tiba-tiba aku terbangun dari tidur. Aku bermimpi seorang wanita dengan suara lembut nan manis senyum pada parasnya. Hatiku ciut seolah tak bisa berkata, aku langsung bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan rutinitas kebutuhan seperti biasanya. Namun, momen sepertiga malam kali ini ada yang beda dari biasanya. Bibirku terus bercerita tentang pemilik senyum manis tadi pada-Nya.

Ah… dasar aku, mau sampai kapan begini. Padahal senyatanya senyum itu bukan tertuju untukku. Imajinasiku mengukir sendiri kebahagian yang semu didalam kalbu. Anehnya seraya menutup mata aku berandai-andai, andai senyum itu tertuju untukku betapa beruntungnya hidup ini. Akan ku jadikan kamu mahkota cintaku. Kita berjuang bersama bukan hanya di dunia namun terus bergandengan tangan menuju surga-Nya.

Aku sadar hanya serangkaian diksi yang memuja dan memujimu. Karena aku sudah terjebak pada senyum manismu yang terus menelusuk pada sukmaku. Maafkan aku yang terlalu lantang menyukai bahkan mencintai wanita luar biasa sepertimu. Pasti banyak yang mencintaimu, yang memperjuangkanmu bukan hanya aku, dan yang berusaha jadi imammu bukan juga hanya aku. Caraku memiliki senyummu dengan memperbaiki diriku, mendoakanmu adalah caraku menyampaikan pergejolakan kalbuku, dan jika aku gagal mengikhlaskanmu adalah bukti aku mencintaimu karena Rabku.

Namun, agar kamu tau setelah mengenalmu aku tidak pernah lagi peduli dengan trauma cinta masalalu. Karena senyum manismu sudah perlahan menajdi obatku untuk sembuh dari luka cinta masalalu. Ah… lagi-lagi aku terlalu berharap lebih terhadap senyum manismu. Padahal senyummu hanya sekedar ramah tamah terhadapku.

Akhir tulisan ini jika ada kesempatan memiliki senyummu, tidak akan ada kata berbagi pada yang lain itu prinsipku.

Jangankan berbagi senyummu, berbagi bayanganmu saja aku tak rela.

Mmm… kamu pasti menganggapku egois, ya maaf perihal ini tidak ada kata berbagi untukku. Namun, memiliki senyum dan kamu seutuhnya hanyalah mimpi.

 

Wednesday, April 7, 2021

-AKU BAHAGIA BERPISAH DENGAN MU-

 

-AKU BAHAGIA BERPISAH DENGAN MU-
8|4|2021||13:33

Sebelum membaca tulisan ini kita awali dengan doa ya :) “Ya Allah panjangkan umur papa dan ibu serta bahagikan proses cita dan cinta ku”.

Hai, baca ini pelan-pelan saja, jangan terburu-buru nikmati setiap kalimatnya. Aku menulis ini bukan karena ingin memarahi atau mengancammu, apalagi mengajak mu untuk berjuang Kembali mencari bekal menuju surga-Nya yang pernah kita impikan bersama, sama sekali tidak ada niat untuk itu lagi. Ruang kosong yang kamu jadikan tempat singgah untuk berteduh dari derasnya hujan, yang kamu nikmati ketulusannya, serta yang kamu sia-siakan perjuangannya anggap saja itu hadiah perkenalan bersama ku.

Tidak ada perpisahan yang bisa dilakukan dengan mudah, hanya orang-orang yang tidak tulus lah yang bisa melakukan itu dengan sekejap mata. Perpisahan tidak bisa di terka, entah kapan atau seperti apa. Ya, semua akan datang secara tiba-tiba, baik itu tercipta atas penghiatan dibelakang atau melalui proses hilang secara tiba-tiba. Semua tidak bisa di duga, namun tidak bisa dipungkiri perpisahan akan menimbulkan sesal dan duka. Namun, tidak usah ragu ketika sejak awal melibatkan pencipta mulai proses perkenalan sampai dengan perpisahan pasti aka ada ruang Bahagia yang tercipta.

Ahhh…. Coba ingat deh bertapa bodoh nya aku dulu. Aku pernah bermimpi bahwa kamu adalah yang terakhir, bahkan doa ku di sepertiga malam selalu ada namamu yang kuharap akan menemani perjuangan ku menuju surga-Nya. Tapi aku salah besar memberi ruang kosong untuk mu, karena penghinatan malah balasan yang ku terima dan penghianatan terhadap ku malah menjadi kebanggaan bagi mu. Kamu dan teman mu bersorak gembira karena scenario yang kalian buat berjalan dengan baik.

Awalnya aku merasa ini adalah ujian naik kelas atas ketulusan dan perjuangan yang sedang ku usahakan, makanya aku selalu bersikeras untuk bertahan. Banyak teman-teman yang melarang untuk berjuang untuk mu karena harap ku aka nada kebaikan yang akan menggerakan hati mu berubah. Harap ku kamu berhasil melawan trauma masa lalu mu, lagi-lagi aku salah yang datang hanya luka dan kecewa. Aku kasihan padamu karena masih belum bisa sembuh dari luka masa lalu mu, aku gagal menjadi obatnya. Semoga Bahagia selalu bersama mu, seperti bahagia ku berpisah dengan mu.

Akhir-akhir aku sering dibombardir pertanyaan dan pernyataan oleh teman-teman ku, semua itu selalu tentang mu.

Bagaimana dengan wanita misterius itu?

Masih yakin memperjuangkannya? (pake emoticon ketawa)

Wah kemaren aku melihat wanita misterius itu jalan sama laki-laki ini loh!!!

Hei wanita misterius itu sama pacar baru ya aku lihat sekitar jam 21:13 malam loh!!!

Sebenarnya dia gimana sih orangnya kok gonta ganti teman jalan?

Sambil tersenyum, aku coba membaca nya satu per satu. Anehnya sekarang, aku tidak merasa terluka, padahal dulu aku selalu bismillah mempertahankan mu, namun sekarang alhamdulillah yang ada dalam hati ku setelah berpisah dengan mu. Sama sekali tidak ada sesal apalagi kecewa, tak ada sesak apalagi luka, serta semua rasa kagum dan penasaran ku sudah tidak tersisa. semua sudah biasa saja (dalam hati ku bergumam “aku kasihan sama mu, masih saja belum bisa lepas dari kebiasaan buruk mu”).

Jalan kita memang sudah berbeda sejak awal, cara pandang kita terhadap kehormatan mu tidak sepaham. Sekarang sama siapapun kamu, aku tidak peduli. Namun. Mudah-mudahan kamu selelalu ingat pesan bodoh ku “jaga harga dirimu, dengan begitu kamu akan menjaga harga diri ayah dan saudara laki-laki mu”. Semua tentang penghiatan yang terjadi diantara kita, aku sudah maafkan sejak awal. Izinkan aku terus mendoakan kebaikan atas mu. Mengenal mu adalah anugerah bagi ku, sedangkan berpisah dengan mu nikmat luar biasa bahagia yang tak terkira untuk ku. Terimakasih dengan berpisah dengan mu ruang kosong jadi manusia bebas Kembali, bebas menebar benih manfaat pada siapa saja.

“kita boleh-boleh saja bermimpi akan membangun kerajaan yang didalamnya berisi anak-anak shaleh dan shaleha di masa depan, namun jangan pernah lupa kita adalah manusia yang hnaya bisa berusaha dan berdoa. Allah SWT yang akan menakdirkan” (Ruang Kosong)    

Aku bahagia berpisah dengan mu. Sekarang tugas kita sama-sama memperbaiki dan memantaskan diri, setelah proses itu selesai kamu akan bertemu dengan yang pantas tapi doa ku tidak dengan ruang kosong:).

  

Thursday, March 25, 2021

LAKI-LAKI BODOH

 

LAKI-LAKI BODOH

02:33 Wib || 26-03-2021


Tiba-tiba aku terbangun dari tidur ku, pikiran ku langsung tertuju pada sosok yang kusebut wanita misterius. Namun, kali ini sangat berbeda biasanya setiap mengingat sosoknya selalu shalawat ku kirimkan untuk kebaikannya. Semua mimpi dan doa suci yang selalu di perbincangkan di sepertiga malam semua sirna karena ketulusan yang selalu ku perjuangakan malah penindasan yang berujung jadi penghianatan terus terjadi. Kenapa tidak, saat aku sudah berada di titik lelah ku, di saat aku sudah berulang kali coba berusaha belajar tentangnya dan terus belajar memaafkan disaat bersamaan dia malah bangga terus berkhianat di belakang ku.

Ah dasar aku tidak sadar diri masih terus memperjuangkan dia yang terus menjalin hubungan dengan laki-laki lain yang jauh lebih gagah, mapan, bahkan mungkin pilihan orang tuanya sedangkan aku hanya laki-laki bodoh pengangguran. Aku memang sangat bodoh dalam hal mencintai, aku tidak bisa berpura-pura mencintai. Semua akan terus ku usahakan dengan tulus karena tugas ku mencintai dengan tulus, sedangkan mencintai ku itu hak nya. Semua tergantung padanya jika terus mempermainkan ku kebahagiannya maka aku ikhlas dengan hati yang suci menerimanya. Kita manusia bisa saja bermain dengan skenario penghianatan, namun tidak dengan karma pencipta yang akan datang.

Aku memang laki-laki bodoh yang terlalu gegabah percaya pada orang baru yang lembut nan manis senyum namun tidak tahu dengan hatinya. Kurang lebih 1.399 hari aku coba menutup diri untuk tidak memulai menjalin rasa dengan wanita. Setelah aku bertemu dengan ibu dari wanita misterius ini di sebuah rumah sakit umum di daerah ku, saat itu ibu nya sedang di rawat hendak di operasi saat itu aku bismiilah untuk mulai membuka hati. Aku melihat ketenangan dan ketulusan pada keluarga ini, sampai ku putuskan untuk mengenal bahkan aku sudah lebih dulu jatuh cinta pada ibu wanita misterius sejak aku bertemu kala itu. Aku merasa satu frekuensi dengan ibu wanita misterius ini. Sampai kala itu yang ada doa dalam hati ku mudah-mudahan anak wanitanya ini yang ditunggu selama ini seraya berucap “bismillahirrahmanirrahim”.

 Ah lagi-lagi malam ini aku merasa jadi laki-laki bodoh karena sudah mencintai sejauh ini. Berulang kali dia terbukti berkhianat bahkan bergandengan dengan laki-laki lain di depan ku sendiri, aku masih terus bertahan. Aku tidak pernah mencari tahu tentang pengkhianatan ini namun pencipta selalu memberi tahu.

“karena pencipta pasti mendengar percakapan yang tidak kita dengar, pencipta akan memberitahu di waktu yang pantas”

 Ah…. dasar aku laki-laki bodoh.

Memang selalu begitu bunga yang hendak mekar merekah akan layu pada akhirnya. Tapi tidak usah risau cintai saja dengan tulus dan tetap jadi orang baik. Serahkan saja pada pencipta karena karma akan bekerja pada waktunya.

Saturday, December 12, 2020

“WANITA MISTERIUS”

 

“WANITA MISTERIUS”

Oleh : Khairul Saleh

Mentari pagi kali ini muncul dengan senyum mekar yang dipancarkannya. Namun, pagi ini ada yang beda dari biasanya, tidak tau kenapa bibir ku senyum malu menahan gejolak hati yang terus berbunga. Sekarang pagi ku ditemani cuitan manja burung-burung dari belakang rumah dan ditambah dengan suara anak kecil yang bercanda. Tapi, kebisingan kali ini mengantarkan ku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan, sampai aku tak sadar kamu ada tanpa tatapan.

Sunday, April 12, 2020

Kondisi Hati Ditengah Corona


“Kondisi Hati Ditengah Corona”
12|4|2020||18:38 Wib



Penulis: @RuangKosong97
Gelegar riuh hujan kali ini tidak sedikit pun dapat menghapus kondisi hati yang sedang murung tidak percaya. Dari jendela kamar, aku menatap semesta semua seolah beku dan sepi dalam ramainya ibu kota. Tidak tau mengapa, hati-ku berkata kampung halaman semakin jauh dari padangan. Berusaha nyaman ditanah rantau, walaupun bathin disiksa dengan rindu dan kecemasan. Saat ini bumi tampak sangat menyeramkan. Kehidupan semakin hari semakin terasa sedih dan memperihatinkan, karena tiap saat kita disuguhkan dengan berita yang memilukan.

Jiwa dan raga seolah tidak berfungsi, diguncang kekhawatiran dan diiringi tangis tanpa henti. Banyak nyawa yang pergi. Tenaga kesehatan pun seakan tak berdaya menanganinya, Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat susah didapat. Sehingga terkadang “mereka” harus berjuang untuk nyawa orang banyak, tanpa memikirkan nyawa mereka sendiri. Seluruh kekuatan sudah dikerahkan untuk menangani sebaran virus mematikan ini. Namun, yang lebih menyayat hati masih banyak orang-orang yang tidak peduli dengan kondisi ini, kumpul-kumpul masih jadi kebanggan ditengah kondisi pandemi.

Kalian boleh saja tidak sepaham dengan ku, ini hanya kondisi hati-ku ditengah kondisi pandemi. Boleh dinikmati silahkan dibenci. Dalam hal ini satu pinta-ku “Mari Saling Jaga”, tolong jangan di acak-acak nyawa orang lain, mungkin kalian merasa memiliki imunitas yang kuat, tapi belum tentu dengan imunitas orang lain.    

Di tengah ketakutan dan kegelisahan akibat pandemi global saat ini, Ramadhan akan datang menawarkan semangat dan harapan untuk kita. Dunia ini belum hancur, masih banyak harapan yang mesti kita wujudkan bersama. Mudah-mudahan raga yang rapuh lekas sembuh, hati yang hancur kian pulih dan tidak ada lagi nyawa yang hilang karena virus ini. Aku yakin besok atau lusa kita akan tersenyum dan tertawa Bersama Kembali.

Bagaimana kondisi hati mu saat ini???
Jawab dicoment ya...😉

#DirumahSaja #SalingJaga #JagaKampung #Sholawatin #RamadhanTiba

Thursday, January 2, 2020

SEMOGA NIKAH 2020


SEMOGA NIKAH 2020


Oleh: RuangKosong (KhairulSaleh)
Suara gemercik air hujan terus basahi bumi, semua siap siaga menghadapi kemungkinan buruk yang akan terjadi. Dingin nya embun menyambut tahun yang baru, namun tidak banyak pula pipi yang di aliri air mata karena hujan yang ditunggu-tunggu selama ini malah dengan riang gembira datang diluar kendali, gubuk tempat bernaung pun kini seolah-olah tidak mampu membendung air yang terus datang bertamu.

 Ah…… mungkin ini ujian naik kelas dari pencipta agar kita jauh lebih Tangguh dari tahun yang lalu.

Selayaknya seseorang yang berhasil menggapai impian di ujung perjalanan, tahun 2019 telah menyelesaikan perjalanannya. Banyak kisah yang terjadi dalam setiap prosesnya, banyak kesuksesan yang telah dicapai bukan berarti kegagalan tidak ikut menemani, banyak kesedihan yang telah dilewati bukan berarti kebahagian tidak menghampiri. Banyak kisah yang telah terjadi mulai dari air mata yang telah jadi bumbunya kebahagian telah menjadi bonus perjalanannya.

Tahun 2020 telah datang menyapa, sudah saatnya menyambut sapaannya dengan segenap peningkatan kualitas jiwa, penguatan komitmen dan intropeksi diri sudah semestinya. Mari luruskan niat untuk kedepannya karena banyak hal yang menunggu kesuksesan kita. Sukses bukan berarti harus bergelimang harta, namun sukses adalah berhasil terus menebar benih manfaat bagi sekitarnya. Pasti banyak harapan yang harus di raih, semoga semua itu bisa dicapai ditahun ini.


“Semoga semua orang tua di panjangkan umurnya, dilimpahkan rezekinya “
“Semoga ibu pertiwi jadi surga untuk rakyatnya, semakin baik kedepannya”
“Semoga sanak keluarga, teman, dan semuanya semakin erat silaturahminya “
“Semoga yang sakit diangkat penyakitnya, yang sehat diberkahi umurnya “
“Semoga yang lagi berjuang skripsi wisuda pada akhirnya”
“Semoga yang sedang menjalin rasa nikah pada akhirnya “
“Semoga yang lagi istiqomah jomblo tetap jumblo sampai ada yang berani janji didepan orang tua nya “
“Mudah-mudahan semoga ku dan semoga mu jadi semoga untuk kita semua “


Masa lalu adalah sebuah sejarah, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah adalah harapan, seiring perginya kenangan, menyambut harapan, selamat tinggal kenangan, dan selamat datang harapan. Mudah-mudahan tahun ini lebih baik kedepannya.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ





Monday, November 18, 2019

Layu Sebelum Mekar

Layu Sebelum Mekar


Oleh: Ruang Kosong (Khairul Saleh)
Sudah hampir 101 menit  berlalu dari waktu isya’, namun pikiran ku masih terombang-ambing dalam emosi pergejolakan rasa. Pikiran ku saat ini diajak bernostalgia pada kisah masa lalu. Cerita yang dibangun dengan rasa yang menggebu-gebu tanpa sedikit berpikir tentang hal buruk yang akan terjadi pada alurnya. Dan kala itu hanya berpikir ingin berkembang bersama menuju surga NYA.

Banyak cita-cita yang kamu tawarkan padaku waktu itu hanya untuk membuat diriku percaya akan kesungguhan mu jadi makmum-ku. Janji manis yang kamu ucap dulu seakan membuatku terhipnotis oleh untaian diksi-diksi mu. Awalnya kamu begitu memukau, nampak terlihat menghadirkan sejuta harap, dan anggun menyentuh menghentakan hati ini. Tapi kini hanya kekecewaan yang terus memporak-porandakan sukma ku, karena aku tidak pernah bermain-main tentang rasa yang kutaruh untuk mu.

Kini bunga yang ku impikan dimasa depan layu sebelum berkembang (mekar)

Perjamuan cinta yang kita perjuangkan kini jadi serpihan hati-hati yang hancur, meradang gersang, dan cinta yang berseri sekarang sudah tidak wangi lagi. Entah siapa yang lalai diantara kita untuk merawat dan menyirami tamannya. Sekarang semua sirna, berubah menjadi bunga-bunga yang layu, cinta yang sucipun sayu berlalu. Itu semua karena kita terlalu sempit mendefinisikan makna cinta yang sesungguhnya.

Apakah cinta memang begitu? Saat dia mulai menyemai bibit harapan, hanya untuk layu sebelum berkecambah?

Kuharap tidak begitu, karena aku akan terus berencana dan berharap adalah ranahku sebagai hamba, sedang menetapkan adalah hak Sang Pencipta. Mudah-mudahan bunga ku dan bunga mu akan mekar pada waktu yang tepat dimasa depan.“Terimakasih telah jadi bagian alur hidup ku meskipun akhirnya kamu telah layu, sebelum kulihat indah mekarmu. Aku akan tetap menyukai mu sebagai bunga yang layu” (Ruang Kosong).

Monday, September 9, 2019

“Aku (Ruang Kosong) untuk Kamu”


“Aku (Ruang Kosong) untuk Kamu”


Oleh: Khairul Saleh
Malam ini aku dibangunkan bunyi alarm dari ponsel bututku. Yah…..malam ini tepat pukul 02;45 WIB aku terbangun dari tidurku. Alarm ini memang sengaja di persiapkan untuk membangunkan ku malam ini, secara perlahan aku beranjak dari tempat tidurku untuk mengambil air whudu’ sebelum melaksanakan ritual tengah malam seperti biasanya. Setelah melaksanakan ritual aku segera menunaikan sahur agar puasa besok berjalan lancar, puasa sunah besok juga sangat istimewa karena bertepatan dengan puasa sunah tasu’a (9 muharram). Gemercik air akuarium dan sesekali suara jangkrik jadi melody pengiring makan sahur ku kali ini.


Aku hanyut dengan melody ini, sehingga membuatku berpikir sampai kapan “Ruang Kosong” ini bertahan dengan jalan penantian. Bertahan dengan kondisi ini sangat susah, Lelah, bahkan terkadang berpikir untuk mundur saja dari kondisi penantian (Ruang Kosong) ini. Mungkin kamu tidak merasakan betapa luar biasanya aku bertahan dengan penantian ini, terus berjuang menjaga kesucian “Ruang Kosong” ini agar tetap dalam kondisi suci untuk mu kelak.

Benarkan kamu tidak merasakan betapa sulitnya perjuangan jadi (Ruang Kosong)???
Secara kamu adalah bunga mekar semua orang mengidolakan mu, aku sangat mengerti itu.

Aku memang manusia lemah yang terlalu berharap jadi imam mu, aku manusia cupu yang tidak bisa berdebat tentang mu yang kutau aku suci mencintai mu. Senyum sederhana mu selalu jadi bahan imajinasi ku, senyum itu seolah tertuju pada ku hingga jadi belenggu pada kalbuku. Nama mu selalu jadi topik curhat di sepertiga malam pada Rabb-ku. Kalau saja orang tau aku seperti ini mungkin mereka menganggap ku manusia bodoh, lemah, tidak tau diri, bahkan dianggap gila, karena aku hanya berani mengungkap kan rasa pada coretan ini dan sedikit-sedikit langsung mengadu pada Rabb-ku. Tidak tau sampai kapan ini bertahan, hanya kamu yang tau.

Saat ini, biarlah aku terus berjuang menjaga (Ruang Kosong) ini. Jangan ragu aku akan terus memantaskan diri untukmu. Biarlah kenangan perjuangan ini kelak jadi dongeng pengantar tidur mu. ”Ruang Kosong akan tetap Ruang Kosong, dia akan terus menjaga kesucian Ruang Kosong ini sambil menunggu kehadiran mu”.
 

Wednesday, May 15, 2019

Masih Adakah Sisa Sedikit Waktu Ramadhan Untuk Keluarga


Masih Adakah Sisa Sedikit Waktu Ramadhan
Untuk Keluarga

OLEH: khairul saleh (RuangKosong97)
senja sore ini sangat berbeda dia sangat indah dipandang mata, dia seolah tersenyum manja yang membuat ku ikut hanyut didalam arusnya.  Dia perlahan pergi meninggalkan sepercik cahaya rindu. Senja kembali bercerita, dia menyapa hati yang sedang lengah, serentak hatiku kacau di iringi jiwaku terus bergejolak. Rindu semakin pekat dengan candu yang ingin bertemu. Ah…. Kini aku terjerat dengan rasa yang kumainkan sendiri, aku terpenjara dalam lamunan yang kini jadi realita yang belum bisa aku keluar dari dalamnya.
Rindu bagi anak rantau memang sudah menjadi hal yang lumrah setiap waktunya. Ibarat menu berbuka saat puasa rindu adalah bumbunya. Banyak hal yang kudapat di rantau orang ini, aku jadi manusia yang lebih bisa menghargai hal yang dulunya ku anggap sederhana dan remeh, namun sekarang sangat berharga bagi ku  rupanya. Misalkan hal yang dulunya kuanggap sederhana ketika sahur ada suara ibu yang membangunkan, namun sekarang aku seolah sedang tersesat dihutan belantara, hanya ada suara alarm bahkan naluri yang membangunkan.
Mungkin ini cara untuk menjadikan ku jadi manusia yang lebih mandiri, Tangguh dalam kesabaran. Namun hasrat untuk pulang sangat terasa ketika sahur hanya dibangunkan alarm sampai dengan berbuka sendirian. Yah… lagi dan lagi puasa kali ini aku masih berkelana di rantau orang. Sahur dan berbuka harus kulalui sendiri di kost yang sederhana dengan menu yang sangat alakadarnya. Kerinduan terus menjadikan diri ini sebagai bulan-bulanan hingga hancur tanpa merasa ada belas kasihan, hati terus menyeruak teringat keluarga dan kampung halaman.
 Tapi itu semua tidak jadi alasan untuk terus berjuang mambangkik batang tarandam (merubah hidup yang lebih baik). Dan pada akhrinya janji terhadap ALLAH SWT untuk orang tua bisa diwujudkan. Doa ku di sepertiga malam, “mudah-mudahan tahun ini masih ada sisa sedikit waktu Ramadhan untuk sahur dan berbuka sama (mereka) dikampung halaman”.

   


Friday, March 29, 2019

Surat Untuk SI Calon Ma’mum




Oleh: Khairul saleh si (ruangkosong97)
Seperti biasa sore ini aku kembali menikmati senja dari jendela kamar ku. Senja sore ini sangat berbeda, dia kelihatan murung tidak seperti biasanya. Entah mengapa mungkin senja hari ini lelah dengan sikap langit yang mulai jatuh cinta pada bulan dan bintang-bintang. Tidak ada senyum senja yang kelihatan menyinari bumi sore ini, hanya kelip lampu kecil yang seakan tak berarti. Dan pada akhirnya tetap saja bulan dan bintang-bintang yang berhasil menggoda langit.

Monday, February 25, 2019

Karena Aku Hanya Laki-laki Biasa


Karena Aku Hanya Laki-laki Biasa


Oleh: khairul saleh (ruangkosong97)
Mentari pagi kali ini muncul dengan senyum mekar yang dipancarkannya. Namun, pagi ini ada yang beda dari biasanya. Sekarang pagi ku ditemani melodi bising kendaraan ibu kota. Yahh… biasanya pagi ku ditemani cuitan manja burung-burung sambil bercanda dibelakang rumah. Tapi, kebisingan kali ini mengantarkan ku pada sebuah harapan dimasa depan. Hati ku ingin rasanya berlari sekencang mungkin menyambut sebuah harapan yang datang entah kapan,

Wednesday, January 30, 2019

PULANGLAH NAK…


PULANGLAH NAK…

oleh: khairul saleh (ruangkosong97)

Terkadang dengan rutinitas kuliah yang padat membuat kita lupa akan kabar orang tua. Mulai dari tuntutan tugas kuliah yang sangat banyak maupun sebagian diantara kita yang mengikuti banyak organisasi maupun komunitas. Kegiatan yang tiada hentinya membuat kita lalai bahwa di rumah ada orang tua yang menunggu kabar kita. Nilai tinggi memang menjadi tujuan dan ikut organisasi   hal yang dianjurkan. Tapi di sela-sela kesibukan ada kewajiban memberikan kabar kepada keluarga tercinta.

Thursday, December 6, 2018

“ Perjalanan Menuju Ibu Kota “


“ Perjalanan Menuju IbuKota “


oleh: khairul saleh si Ruang kosong

Aku masih saja terkagum pada setiap bunyi ketukan detik yang selalu setia menghiasi keheningan disetiap waktuku dan tak pernah lelah walaupun perlahan berputar mengitari waktu pada jam dinding itu. Namun malam ini aku tertuju pada foto di dinding kamarku. Foto itu tersenyum ikhlas bak pelangi yang hadir setelah hujan. Foto yang kumaksud adalah sosok kedua malaikat hidupku. Cerita dalam foto ini terjadi sebelum keberangkatan menuju ibu kota 2,5 tahun silam.

Thursday, November 15, 2018

“ Konglomerat Di Tengah Penderitaan Orang Tua“


“ Konglomerat Di Tengah Penderitaan Orang Tua“



Oleh: khairul saleh si  Ruang Kosong

Dengan lelah aku kembali ke kost, melewati jalan ber aspal diiringi lantunan kebisingan kendaraan yang lalu lalang. Sore ini aku sedikit merasakan kejanggalan dalam hati. Sambil menikmati gerimis diujung senja, pikiran ku terus berkecamuk  ditambah hati yang terus memberontak. Pikiran ku terus dihantam banyak pertanyaan berbagai hal tentang gaya kehidupan.

Sunday, October 14, 2018

“ HALAL DALAM PENANTIAN ”

“ HALAL DALAM PENANTIAN ”
“ HALAL DALAM PENANTIAN ”



OLEH: Khairul Saleh

Di ujung lembayun senja lamunan ku berhenti di sebuah bayangan, bayang yang selalu menjadi mimpi. Gelapnya temaram bulan menghiasi khayalanku, yang jatuh pada sosok bayangan yang terus menelusup pada sukma bersama rindu yang mendera. Yah bayangan yang kumaksud adalah sosok tentang mu dimasa depan sebagai calon menyempurna hidup dan agama ku. Namun detik ini entah siapa sosok bayangan itu, mungkin halan dalam penantian adalah cara yang suci

Thursday, September 20, 2018

“ Detik Putih Abu-Abu ’’


“ Detik Putih Abu-Abu ’’


Sore itu aku duduk melihat alam dengan fana merah jambunya sambil menikmati secangkir kopi hitam. Seperti hari biasanya pinggiran ibu kota selalu khas dengan melodi kendaraannya. Namun, sore ini sangat berbeda karena diiringi dengan rintik hujan yang menyempurnakan alur melodinya. Sehingga menyebabkan hati ini tanpa sadar berlayar ke detik cerita hidup dimasa lampau

Monday, July 23, 2018

“Teka-teki Cinta”


“Teka-teki Cinta”


Oleh:Khairul Saleh si RuangKosong97

Lembayung senja kembali ke peraduan, bergantikan cahaya rembulan dan bintang-bintang. seperti biasa, di malam yang sunyi sepi diiringi melodi indah krik... krik... dari belakang rumah. Saya hanya ditemani pensil dan selembar kertas imajinasi yang akan menjadi pelampiasan dari hati yang terus memberontak tentang sebuah rasa sebelum dihalalkan, yang hanya menawarkan teka-teki cinta yang melahirkan nestapa

Friday, July 13, 2018

“Gerimis Menuju Masa Depan”


“Gerimis Menuju Masa Depan”

oleh: Khairul Saleh si Ruang Kosong
Sambil mendengarkan lantunan ayat suci saya melihat kemacetan ibu kota dari atas bus yang sedang saya tumpangi menuju bandara Soekarno-Hatta. Entah kenapa pikiran ini menerawang begitu jauh mulai dari kodisi saya masih kecil sampai apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkan ambisi besar ku menaklukakan masa depan. Bagaimana tidak, perjalanan ku menuju bandara kali ini ditemani senja sore yang diselingi melodi kebisingan ibu kota yang membuatku nyaman untuk berekspresi dalam khayalan. seketika seorang bapak tua dmenyadarkan ku dengan menepuk pundakku sambil berkata “nak kenapa air matamu mengalir?”

Tuesday, July 10, 2018

“Nestapa sebuah rasa”


“Nestapa sebuah rasa”

  
Oleh: Khairul Saleh si Ruang Kosong

Sore tadi aku bersandar diantara warna warni pelangi sambil memandang langit yang begitu luar biasa. Namun seketika aku merasa seperti berselimut semesta yang terhunus. Nuansa ini seperti mati yang terus berurai tanpa henti. Hati ini terus memberontak dengan kondisi jagat raya yang mulai bertebaran dengan serpihan retak berkalang noda hitam. Tentu hati ini tidak boleh merasa paling suci karena mungkin selera hidup berbeda-beda.

Friday, May 4, 2018

“Ironi Gerakan Mahasiswa“


“Ironi Gerakan Mahasiswa“
04|05|18

Oleh: Khairul Saleh



“Hari-hari esok adalah milik kita, Terciptanya masyarakat sejahtera, Terbentuknya tatanan masyarakat, Indonesia baru tanpa orba “

Sejarah telah mencatat bahwa peran mahasiswa bagi negeri ini tidak dapat diabaikan. Banyak sejarah besar Republik ini yang sedikit banyak dipengaruhi oleh gerakan mahasiswa. Sangat menarik untuk dibicarakan jika kita bercerita tentang kata mahasiswa, karena mahasiswa adalah sosok yang istimewa dipandang dari sudut apapun dan luar biasa untuk diceritakan dari segi mana pun serta mempunyai sumbangsih perubahan untuk negeri ini dari masa ke masa.

Monday, December 25, 2017

“INDONESIA MILIK SIAPA”
25/12/17||21:02

Oleh: Khairul Saleh



Sore ini ketika semua orang mungkin sedang  berbahagia menghabiskan  suasana liburan Bersama teman , saudara , bahkan orang tua  . Namun bertolak belakang dengan kondisi hati ini yang terus diserang pertanyaan, INDONESIA milik siapa? NEGERI ini punya siapa? BUMI PERTIWI ini tanah siapa?

Monday, December 4, 2017

Oleh : Khairul Saleh

“ SAJAK BUAT MAHASISWA ”
4/12/17||21;26



Sejatinya mahasiswa adalah penggerak perubahan untuk negeri ini, Berbicara tentang pergerakan itu merupakan sebuah keharusan yang harus diperjuangkan diri seorang mahasiswa. Karena pergerakan bukti pengabdian  untuk masyarakat dan bumi pertiwi. Karena dengan pergerakan kecil yang dilakukan mahasiswa sangat membantu bumi pertiwi untuk menerbangkan sayap garudanya sembari membawa bendera merah putih terbang diangkasa dunia .

Sunday, December 3, 2017

( HALAL DALAM PENANTIAN )
6NOV17|23:54

Puisi ini ku rangkai untuk kado ulang tahun buat sahabatku Farah Fadhila M
https://www.youtube.com/watch?v=Ppm7uSfFHTMjodoh memang sudah ditentukan tinggal kita bagaimana untuk menggapainya. 
apakah hanya berdiam diri dan pasrah dengan keadaan ???
ataukah berdoa sembari berusaha memperbaiki diri???